Adaptasi Masyarakat Digital Di Masa Pandemi Covid

  • July 13, 2020

Maka dapat kita lihat bahwa untuk bisa beradaptasi memerlukan habitus, arena dan modal. Tentu saja hal ini akan menjadi kesenjangan besar nantinya, terdapat masyarakat yang menguasai teknologi dan masyarakat yang kurang menguasai teknologi bahkan tidak pernah menggunakan internet sama sekali. Oleh karena itu siswa atau pengajar yang tidak memiliki handphone atau laptop akan tertinggal dalam beradaptasi.

Habitus merupakan bagian dari praksis sosial seseorang, bagaimana dia mendapatkan berbagai informasi, pengetahuan yang kemudian masuk kedalam internalnya. Seseorang berperilaku karena apa yang diyakininya, buruk atau tidak karena pemahamannya akan sesuatu. Penerapan untuk menjaga jarak dan tetap di rumah menjadi langkah awal pemerintah mengatasi pandemi Covid 19.

Lagi-lagi penguasaan akan teknologi digital akan memudahkan seseorang beradaptasi dengan pandemik Covid 19. Oleh karena itu individu yang sukses selain memiliki habitus juga menguasai arena dalam menghadapi pandemi Covid 19. Pengajar menambah skill dalam membuat berbagai konten menarik yang memudahkan siswa untuk dapat menyerap berbagai bahan ajar yang diberikan. Siswa memiliki keinginan untuk mau aktif dalam mendapatkan berbagai informasi yang diberikan oleh guru ataupun pengajarnya. Permasalahan muncul ketika pengajar aktif berkomunikasi tetapi siswa tidak aktif untuk bertanya. Untuk bisa efektif diperlukan keinginan dari setiap orang untuk bisa menyukseskan proses belajar mengajar. Smartphone sebagai ponsel cerdas yang memiliki kemampuan untuk membentuk jaringan berbagai alat komunikasi lainnya seperti kamera, merekam suara, mengedit berbagai video maupun foto, menggunakan email dan saling terintegrasi satu sama lainnya.

Jika memiliki keinginan untuk berubah maka akan ada upaya untuk beradaptasi dengan pandemi Covid 19, tetapi jika mereka berpendapat bahwa teknologi sangat sulit untuk dikuasai maka tidak begitu besar upaya untuk merubah perilaku seseorang. Saat awal berkata bahwa sulit sekali menggunakan media virtual untuk berkomunikasi tetapi setelah setahun beradaptasi telah menjadi sebuah kebiasaan dan semakin menguasai teknologi komunikasi. Guru dan siswa mempelajari bagaimana menggunakan berbagai aplikasi seperti zoom dan google meet yang dapat memudahkan proses belajar mengajar. Para pekerja semakin menguasai digital, menggunakan berbagai aplikasi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. masuk kedalam dirinya atau internal maka setiap orang memiliki pendapatnya sendiri.

social marketing komunikasi kesehatan

Tetapi memilih keluar dari beberapa cookie ini dapat memengaruhi pengalaman menjelajah Anda. Nyonya Nursing Wear juga telah mengeluarkan koleksi khusus pada tanggal 16 Februari 2021, yang merupakan kolaborasi dengan brand one-stop shopping untuk produk bayi dan anak, yaitu Soleram. Kolaborasi Nyonya Nursing Wear X Soleram akan meluncurkan baju kembaran untuk ibu dan anak yang sangat lucu dan keren yaitu Chérie. Chérie memiliki arti kasih sayang, sehingga pada koleksi ini akan menggambarkan kasih sayang dan kekompakan antara ibu dan anak. Di tahun ke-4 atau sekitar 2018, sang suami Iid Satria pun mulai membantu bisnisnya. Sang suami mengurus operasional, sedangkan Dwi fokus terhadap desain dan produksi.

Memulai bisnisnya, Dwi pun memiliki modal sebesar Rp20 juta, yang digunakan untuk membeli bahan dan mesin jahit. Dari modal tersebutlah ia menciptakan koleksi pertamanya berupa tank top yang nyaman untuk ibu menyusui. Fimela. com, Jakarta Ide bisnis dapat lahir dari permasalahan pribadi, bahkan dapat membuka gerbang kesuksesan. Seperti pengalaman Dwi Yulia Nurbani membangun brand pakaian menyusui Nyonya Nursing Wear, yang berawal dari kesulitanya memberikan ASI saat di luar rumah. Di sesi kedua Trisya suherman, Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, memaparkan tentang berbagai program yang dilakukan CEO Indonesia dalam membangun UMKM di Indonesia. di sesi ketiga juga dihadirkan Tri Raharjo, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, yang banyak mengulas tentang fenomena industri di tengah gencarnya arus teknologi digitalisasi.

“Hal ini yang mendasari kami untuk menyelenggarakan Webinar Nasional agar UMKM khususnya dapat menjawab semua tantangan yang terjadi di masa pendemi ini. Sekaligus ini sebagai bagian dari mensukseskan program pemerintah yaitu ‘Bangga Buatan Indonesia’, ” jelas Arief. Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi SuaraPemerintah. id Arief Munajad mengatakan bahwa tujuan dari digelarnya webinar tersebut adalah untuk mengedukasi para pelaku UMKM agar bisa memiliki pandangan dan memunculkan berbagai strategi dalam menghadapi berbagai tantantangan. Seorang guru yang menguasai teknologi dan memiliki kemampuan berkomunikasi secara aktif dalam menyampaikan bahan ajar melalui online akan lebih diterima siswanya dalam proses belajar melalui online.

Para pekerja melakukan work from home, berbagai pekerjaan dilakukan dirumah melalui online. Mau tidak mau, suka atau tidak suka masyarakat dihadapkan pada perubahan yang juga mempengaruhi kebiasaan hidup mereka sendiri. Buruk atau tidak dampak semua ini, tergantung pada diri seseorang bagaimana mereka memiliki habitus, modal dan arena sehingga pada praktiknya bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan yang ada. COVID-19 telah merambah Indonesia selama hampir satu tahun, dampak dari pandemi Covid salah satunya menghantarkan masyarakat lebih cepat menuju masyarakat informasi. Pandemi memaksa seluruh industri di dunia untuk mengubah strategi brandingnya agar bisa bertahan. Strategi branding di era New Normal memiliki perbedaan yang sangat mendasar dengan era sebelumnya. JAKARTA – SuaraPemerintah. id didukung oleh Kementerian koperasi dan UMKM dan Kantor Staf Presiden menggelar Webinar Nasional Bangga Buatan Indonesia bertajuk “Strategi UMKM Naik Kelas di Tengah Tantangan Pandemi dan Digitalisasi”.

Setiasih

E-mail : admin@akrongvf.org